Sunday, March 4, 2007

His name is BR

This writing only to recall about some one special who caused me present in this world, from his part … I am exist.

He is the late Burhanuddin Rahman, he is a teacher in one of government high school, BR is lovely name from his family. His friends and his neighborhoods call him Pak Bur. His nephews and his nieces call him Uncle Bur. His wife and his children call him Papa. He was born in Cupak, Solok-West Sumatera, at 22nd in November 1935. The oldest child from 6 children, with discipline education by his father who a teacher as well. He leave of some places for reach good life for his family. A few times move from one city to another city, from his village Solok and then move to Batu Sangkar (one of city in west sumatera) and finally he decided to stay in Pekanbaru. In this place he started from beginning in one of government high school. He is lovely teacher for his students. Always presented in every student event, because his student love him very much. Very like singing if there is chance. Very like a beautiful and sexy woman, but…. he is a faithful husband. He is vocal person and he is idealist among his friend. Because of that he was still choose PPP Party in every General Election and active as board in the Party. Otherwise at that regime (Soeharto regime) required to everybody in government choose Golkar. Because of that some people didn’t like him but still a lot of people like him. Until one time he left his idealistic, he was become follower Golkar, because life and law demands. He ever a candidate of Pekanbaru DPRD but failed because his idealistic.

Before he married, he was continued his study in Yogyakarta, have pedicab (becak) for earn money to complete his need because his money from Solok always late, (at the time not easy to transfer your money, not like today). Some woman who using his pedicab (sometime he ride pedicab also) call him Kopral Jono, because he always attention his style, high man, handsome man, and always smile…..mmmm :)

He was ever a political arrest in Solok, at the time he was a teacher in Solok, and at his free day from the jail at the 22nd February 1968, his lovely wife was give birth to their first child, and her name is MILDA. MILDA is from words L=Lepas D=Dari A=Aduan I=Infiltrasi M=Marhaenis. This name for remaining him for this moment.

His wife a kindergarten teacher, she willing to quite from her job for her lovely family, because he want to his wife become mother house for their children, so their children get education in their house is very well. He is a responsible husband, a hard working, love to his wife and their children. He is very discipline and humorist. He has three daughters.

But…. the God only give him short life, so… he never saw smile of his wife when their daughter passed the university, saw their wedding, saw who is their husband, saw the birth of his grandchildren, saw the liveliness of them. A lot of thing he never saw.

For this time, only that's all Papa..what I remember about you. Finally...I want to say something to you... I want to introduce someone, someone who maybe you like (I hope so), because he is from a city that you always mention if you introduce your self to anybody which from that city with Java language in very well. I beg your blessing Papa...and I miss you today.. more than days before.


Indonesia Version

Tulisan ini hanya sekedar untuk mengenang kembali seseorang yang menyebabkab saya hadir di muka bumi ini, dari sebagian dirinyalah saya ada.

Beliau adalah Burhanuddin Rahman (Almarhum), seorang Pegawai Negeri Sipil tepatnya seorang guru. BR panggilan sayang keluarganya, Pak Bur panggilan akrab di kalangan anak didiknya, teman dan tetangganya, Uncle Bur panggilan ponakannya, Papa panggilan dari isteri dan anak2 nya. Dilahirkan di desa Cupak, Kabupaten Solok-Sumbar pada tanggal 22 bulan November tahun 1935. Anak tertua dari 6 bersaudara, dengan dididik secara disiplin oleh ayahnya yang Pegawai Negeri Sipil tepatnya seorang guru pula. Merantau dengan tujuan ingin mencari kehidupan yang lebih layak untuk keluarganya. Beberapa kali pindah kota, dari kota kelahirannya solok (sang isteri dan anak2 mereka juga lahir di kota ini, kemudian pindah ke Batu Sangkar (kota kecil yang terletak masih di Sumatera Barat), dan terakhir menambatkan bahtera rumah tangganya di kota Pekanbaru. Di kota ini beliau memulai lagi dari awal menjadi seorang guru salah satu SMA negeri. Beliau adalah salah satu guru yang dicintai siswa dan siswinya. Selalu diikutsertakan dalam setiap kegiatan siswanya, kalo istilah sekarangnya “kalo ga ada Pak Bur ga rame”. Paling suka bernyanyi di setiap ada kesempatan. Paling suka dengan wanita cantik dan seksi, tapi dia suami yang setia lho. Paling vokal dan idealis seantero teman sejawatnya. Saking idealisnya tetap memilih PPP di setiap Pemilu dan aktif sebagai pengurus meskipun di jaman itu (rezim Soeharto) mewajibkan semua Pegawa Negeri Sipil menjadi pengikut Golkar. Karena alasan tersebut banyak yang tidak suka beliau, tapi tidak sedikit juga mencintai beliau. Sampai suatu saat beliau menjadi pengikut Golkar karena tuntutan hidup dan hukum. Pernah menjadi calon calon DPRD Pekanbaru tetapi gagal dikarenakan idealismenya.

Sebelum menikah beliau pernah melanjutkan studi di Yogyakarta, mempunyai becak untuk sebagai tambahan memenuhi kebutuhan karena kiriman uang dari Solok selalu terlambat, karena di jaman itu tidak semudah sekarang ini dalam mentrasfer uang. Oleh wanita2 yang menggunakan jasa becaknya (terkadang beliau narik becak juga) dipanggil dengan sebutan kopral Jono, karena beliau cukup memperhatikan penampilan, wajah tinggi, tampan dan murah senyum…mmm…:)

Pernah juga menjadi tahanan politik semasa beliau menjadi guru di Solok, bertepatan pada hari kebebasannya tanggal 22 Februari 1968, isteri tercinta melahirkan anak pertama mereka sehingga anak pertama mereka diberi nama MILDA yang merupakan singkatan dari L=Lepas D=Dari A=Aduan I=Infiltrasi M=Marhaenis.

Isteri beliau seorang guru TK yang rela berhenti demi keluarga tercinta, karena beliau menginginkan sang isteri menjadi ibu rumah tangga seutuhnya sehingga anak mereka mendapatkan pendidikan di rumah dengan baik. Seorang kepala keluarga yang bertanggung jawab, ulet dalam bekerja, sayang isteri dan anak2nya. Sangat menegakkan disiplin dan juga humoris. Mempunyai 3 orang anak perempuan yang dikemudian hari dapat membanggakannya tanpa sempat disaksikan oleh beliau karena umurnya tidak begitu lama. Tuhan hanya memberikan umur yang singkat kepada nya.

Sehingga beliau tidak sempat menyaksikan senyum isteri tercinta di saat kelulusan anak2 perempuannya dari peruguruan tinggi, menyaksikan perkawinan anak2 perempuannya, menyaksikan siapa pendamping hidup anak2 perempuannya, menyaksikan kelahiran cucu2nya, menyaksikan kelincahan dan kegilaan cucu2nya, banyak hal yang tidak sempat beliau saksikan.

Saat ini, itulah yang aku ingat tentang dirimu Pa. Akhirnya..aku hanya ingin mengatakan sesuatu, aku ingin memperkenalkan seseorang kepada mu, seseorang yang mungkin kau suka karena dia berasal dari daerah yang selalu kau sebutkan pada saat memperkenalkan diri kepada orang yang berasal dari kota itu dalam bahasa jawa yang faseh. Aku mohon doa restumu Papa....Aku merindukan mu lebih dari hari2 kemaren.