Thursday, March 12, 2009

PAK KA ER...PAK KA ER....CAPEK DEH..!!


Awal cerita bermula dari keinginan saya untuk menghemat uang untuk transportasi ojek, dikarenakan setiap pulang kantor saya memerlukan ojek dari pinggir jalan besar untuk mencapai rumah mungil kami yang agak jauh ke dalam. Kalau dihitung2 apabila saya naik ojek setiap hari tanpa berlangganan akan mengeluarkan biaya tidak sedikit, oleh sebab itu saya berniat berlangganan saja. Kebetulan pada tanggal 1 maret kemaren ada yang mau di langgan i oleh saya, PAK KA ER nama nya.

Yang membuat saya berniat membicarakan beliau di sini, disamping cara mengemudinya ragu-ragu membuat saya tidak “safe” juga karena kebolotannya yang sangat luar biasa. Buat stres dan membuat “mood” saya sepulang kantor jadi tidak enak karena emosi saya terpancing karena kebolotannya yang sangat luar biasa itu.

Mengapa saya mengatakan demikian karena:

  1. Disuruh jangan datang dulu untuk menjemput saya, eh malah datang sebelum saya telpon, karena kedatangan saya tergantung kondisi jalan saat itu, macet atau tidak.
  1. Selalu ga nyambung, saya ngomong A beliau ngomong Z, walhasil saya nungguin lamaaaa banget dan akhirnya saya naik ojek yang lain sedangkan dia bengong2 nungguin saya di pos ojek deket rumah.
  1. Nomor HP nya setiap hari ganti, setiap hari beliau sms saya memberitahu nomor baru nya. Ngaconya lagi, beliau sendiri tidak tau nomor mana yang sedang dipake.
  1. Saya telpon ga diangkat2, di sms ga bisa baca, Beliau ngeles punya mata minus...jadi ga bisa baca sms yang saya kirim.

Mata minus itu bukan berarti ga bisa baca sms Pak....mata minus itu ga bisa baca tulisan dari jarak jauh, kalo ndak bisa baca sms...itu namanya matanya plus alias rabun dekat....ampuuun deh .. :)

  1. Ternyata beliau tidak mempunyai HP sendiri sehingga komunikasi menjadi terganggu, karena sesuatu trobel, beliau tidak bisa saya hubungi, sehingga beliau nungguin saya sampai malam sedangkan saya pulang dengan suami saat itu.
  1. Disuruh datang ke rumah untuk konfirmasi ini semua..eeeh malah ga datang.


CAPEK DEH....:))


Kalau begini jadinya, bukannya terbantu malah bikin stress. Lebih baik saya akhiri saja MOU antara saya dengan PAK KA ER dalam hal berlangganan ojek ini meskipun saya sudah memberi setengah uang langganan kepada beliau.

Semoga saya dapat ojek langganan yang nyambung kalo ngomong, yang bisa baca sms, pokoknya yang ndak bikin stress lah....

Atau anda punya solusi untuk saya????


Tuesday, March 3, 2009

Hidup Segan, Matipun Tak Mau....







Menyedihkan ya....bisa dibayangkan bagaimana kejiwaan seseorang di dalam situasi yang seperti ini. Tidak ada kepastian, hidup engga... matipun engga, semua di awang2. Dan terbayangkah oleh anda apabila situasi kantor anda seperti ini??? Seperti yang saya alami saat ini. Masuk kantor hanya karena suatu kerutinan yang harus dijalani dan mungkin ada harapan untuk menggunakan internet. Hanya itu.....

Awal masuk kerja sudah niat untuk kerja dengan sungguh2, dan tiba giliran pekerjaan sudah selesai malah tidak ada tanggapan, apalagi apabila ada kendala ditengah jalan... benar2 dicuekin, merasa persoalan tersebut adalah persoalan sendiri yang harus diselesaikan, meskipun itu bukan tanggung jawab saya dan pekerjaan itu bukan pekerjaan yang sifatnya pribadi tapi pekerjaan bersama yang ditanggungjawabi oleh bos kecil. Sementara saya berkutet dengan persoalan pelik ini, di lain sisi, teman2 yang lain sibuk dengan pekerjaan masing2 di luar tugas mereka yang wajib. Teman yang lain sih ga salah, mereka juga pasti sama dengan saya, mengalihkan konsentrasi ke masalah lain agar tidak mengalami stres dan depresi.

Lebih membuat nelongso lagi... bos kecil tidak menyadari berkat tindakan dan kelakuannya yang cuek kayak bebek terhadap kerjaan itulah yang menciptakan kondisi “hidup segan...matipun tak mau” ini.

Saya jamin...jikalau saya bertahan dalam kondisi seperti ini dengan lingkungan kerja yang sama selama 1 tahun....dimungkinkan saya dihinggapi depresi dan kemudian selanjutnya saya mungkin menjadi pasien salah satu rumah sakit jiwa di kota ini.

Hal yang paling tepat untu dilakukan adalah mengalihkan konsentrasi ke hal lain, salah satunya yaaa nulis ini... kalau tidak begitu saya bisa Ge... i... El... A...... G I L A.

Dan berharap suatu saat malaikat membisikkan ke telinga “pembuat keputusan” untuk mengambil kebijakan sehingga kondisi “hidup segan matipun tak mau” ini berubah bah..bah...bah.

AMIIIIIIIIIIIN


Tuesday, February 24, 2009

Ceritanya Lintang


Hi Guys....Nama ku Lintang, aku bertemu muka dengan Ibuk dan Bapak ku alias terlahir ke dunia ini tanggal 14 November 2008, tepatnya hari jum’at pukul 7 lewat 20 malam. Aku mulai tercipta tanggal 14 Februari 2008, 3 hari sebelum ulang tahun Bapak ku.

Selama 9 bulan aku di dalam rahim Ibuk ku. Selama aku dalam rahim Ibuk, aku mendapatkan makanan yang cukup bergizi dan jumlah nya cukup banyak. Setiap pagi, bangun dari tidurnya, Ibuk sudah mulai makan, dan tidak lama kemudian Ibuk makan lagi sehingga aku merasakan sesuatu yang mengalir melalui plasenta yang menghubungkan aku dengan Ibuk. Dan apabila siang sudah tiba, Ibuk makan lagi....dan sore juga begitu sampai malam, menjelang Ibuk tidurpun Ibuk masih minum segelas susu hangat, aku merasakan itu semua, sehingga aku tidak pernah kelaparan di dalam rahim nya. Ibuk melakukan itu semua hanya untuk aku, Ibuk tidak ingin aku tumbuh tidak sempurna. Aku dan Ibuk berkomunikasi lewat tendangan dan elusan, kalo aku merasa senang, bahagia, cemas dan kenyang, aku menggerakkan kaki ku, atau tangan ku sehingga Ibuk merasakan tendangan2 kecilku dan Ibuk pasti akan membelaiku melalui elusan di perutnya. Aku bahagia sekali, kalo tidak mengingat bentuk tubuhku pada saat itu belum sempurna, aku ingin sekali keluar dan melihat wajah Ibuk dan Bapak ku saat itu, tapi aku bertahan, aku tidak ingin mengecewakan Ibuk dan Bapak, sehingga aku sabar menanti hingga tubuhku sempurna dan waktu yang tepat untuk bertemu mereka.

Pada usiaku 7 bulan, aku mendengar Ibuk dan Bapak berdiskusi tentang pemberian nama yang cocok untuk diriku, Ibuk dan Bapak sepakat ingin memberi nama ku dan adik2 ku kelak (jika Tuhan mengizinkan) dengan nama2 yang berbau angkasa, sehingga Ibuk mengusulkan nama bintang, tapi Bapak tidak setuju, terlampau lugas katanya...terus Ibuk bertanya kalo bahasa jawanya apa...terus Bapak menjawab Lintang....nah...akhirnya Ibuk jadi jatuh cinta deh dengan nama itu, semenjak itu....Ibuk dan Bapak memperkenalkan aku meskipun pada saat itu usiaku baru 7 bulan dalam rahim dengan nama Lintang. Kebetulan pada saat usiaku 8 bulan...novel Laskar Pelangi di filmkan...dan salah satu tokoh dalam film itu ada yang bernama Lintang, dan kebetulan lagi...Lintang disana punya otak encer.... punya semangat yang tinggi...dengan bersepeda berpuluh2 kilometer dia tempuh untuk satu tujuannya yaitu sekolah dan belajar. Semoga aku bisa mencontoh Lintang yang di dalam Laskar Pelangi itu..berotak encer dan punya semangat hidup yang tinggi, amin.

Proses kelahiranku...ceritanya seru...pada tanggal 10 November, Ibuk mengambil cuti, Ibuk punya tujuan agar tiadk menunggu lahiran terlampau lama, sehingga diharapkan Ibuk dapat menemaniku 3 bulan penuh sebelum beliau masuk kerja kembali. Aku ingin sekali mewujudkannya, dan Alhamdulillah, aku diizinkan Tuhan untuk menemui Ibuk dan Bapak ku dalam waktu dekat...tanggal 11 November, aku sudah mulai menggerak2an tubuhku lebih kencang sehingga jalan lahirku agak terbuka, tetapi masih sempit, sehingga aku masih menunggu, tapi mungkin karena tubuh ku agak besar 3.5 kg dan 50 cm...aku sulit untuk menggerak2kan tubuhku...aku tidak leluasa.

Nah pada hari kamis malam tanggal 13 November...saat itu Ibuk sedang menonton film Mamma mia...karena lagu-lagu lamanya yang enak didengar, aku ga tahan lagi...aku ingin bergabung dengan Ibuk dan Bapak saat itu, aku mulai terpancing menggerak2kan tubuh ku lagi...upps...selaput yang melindungi tubuh ku selama ini pecah...sehingga cairan keluar melalui jalan lahir...saat itu pukul 11 malam, Ibuk dan Bapak panik saat itu, nenek ku mengatakan kepada mereka bahwa "air ketuban sudah pecah".

Sampai jam 5 pagi kontraksi belum jua, sehingga Ibuk mendapatkan suntikan untuk merangsang kontraksi...tepat pukul 1 siang, di saat Bapak akan berangkat memenuhi panggilan interview kerja...aku mendengar Ibuk mengerang kesakitan sambil mengucapkan pujia2an dan minta perlindungan kepada Tuhan...aku kasihan mendengar Ibuk, kemudian suara Ibuk semakin keras seiring dengan kontraksi rahimnya yang semakin sering.

Pukul 5 sore tepat Bapak sudah pulang dari interviewnya, aku ingin sekali keluar...tapi kepalaku tidak tepat di pintu jalan lahir dan selaput yang melindungiku yang berisi air ketuban sedah tinggal sedikit sehingga aku tidak dapat meluncur keluar dengan mudah. Aku merasakan kecemasan Ibuk pada saat itu, kecemasan terhadap aku, kalau2 aku keracunan di dalam, maka Ibuk dan Bapak memutuskan mengeluarkan aku melalui operasi...dan akhirnya aku dikeluarkan oleh dokter melalui operasi dan bertemulah aku dengan Ibuk ku yang selama ini aku rindukan...dan juga Bapak ku tentunya.

Alhamdulillah...Tuhan telah mengizinkan aku untuk bertemu dengan kedua orang tuaku. Mereka bahagia sekali, aku jadi terharu...aku berjanji tidak akan mengecewakan mereka. Aku akan membahagiakan mereka selama yang aku bisa...amin.